Tahukah kamu? Dunia ini sudah mengalami banyak sekali perubahan seiring waktu berjalan. Perubahan yang paling signifikan terjadi di bidang perindustrian. Dunia industry memiliki control yang sangat besar terhadap sektor-sektor lain di dunia. Sektor pariwisata pun tak luput dari hal tersebut. Dengan berkembangnya dunia industri yang meliputi teknologi yang semakin canggih, maka industri pariwisata pun ikut merasakan dampaknya.
Dunia perindustrian sudah beberapa kali mengalami perubahan atau revolusi hingga sekarang. Revolusi Industri 1.0 yaitu fase awal terjadinya revolusi industri dengan adanya revolusi mekanik. Disebut sebagai revolusi mekanik karena pada saat revolusi ini pertama kali adanya peralatan atau mesin yang dapat mempermudah kegiatan manusia. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan mesin bertenaga uap dan air pada akhir abad ke 18. Kemudian seiring berkembangnya ilmu pengetahuan serta rasa ingin tahu manusia, maka terwujudlah revolusi berikutnya yaitu revolusi industri 2.0. Revolusi Industri 2.0 ini terjadi pada sekitar tahun 1870, yang merupakan fase revolusi listrik, ditandai dengan produksi massal menggunakan mesin bertenaga listrik. Pada era ini mulai diciptakan mobil, pesawat telepon, pesawat terbang. Mesin bertenaga listrik ini sangat banyak digunakan hingga saat ini dan merupakan suatu temuan yang sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan. Namun setelah temuan ini sukses dalam mempermudah kehidupan manusia, para ilmuan merasa teknologi ini bisa lebih dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih praktis. Maka dalam selang waktu hampir 1 abad lamanya, tercapailah revolusi industri 3.0. Revolusi Industri 3.0 ini terjadi pada tahun 1969, yang biasa disebut dengan Era Informasi yang ditandai dengan perkembangan elektronik dan teknologi informasi. Dengan adanya perkembangan ini, manusia bisa dengan mudah mengetahui informasi bahkan dari seluruh dunia hanya dari perangkat digital mereka saja. Tidak hanya itu, kita juga bisa menikmati kemudahan berkomunikasi dengan cepat dan mudah dengan orang di seluruh dunia.
Perkembangan yang telah terjadi tersebut sangat berpengaruh terhadap sektor atau industri pariwisata. Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka fasilitas yang dihadirkan oleh industri pariwisata akan semakin memadai dalam menerima kedatangan wisatawan. Sebagai contoh, dengan berkembangnya kelistrikan, maka wisatawan akan lebih mudah melakukan wisata dan kegiatan dii tempat wisatanya. Juga dengan dikembangkannya sistem informasi dan komunikasi elektronik, para calon wisatawan akan jauh lebih mudah mengetahui tempat mana yang ingin mereka kunjungi. Namun, di tengah kemudahan yang sudah kita rasakan selama ini, telah beredar kabar akan meluncurnya revolusi industri berikutnya, yaitu revolusi industri 4.0. Lalu, apakah revolusi industri 4.0 ini?

Era Revolusi Industri 4.0 dimulai dari awal tahun 2018, yang merupakan revolusi digital yang dicirikan oleh perpaduan teknologi yang menggabungkan teknologi cyber dengan teknologi otomatisasi. Revolusi industri 4.0 membawa otomatisasi industri ke tingkat yang baru dengan memperkenalkan teknologi yang mampu memproduksi secara massal namun tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Ini berarti bahwa mesin akan beroperasi secara mandiri, atau bekerja sama dengan manusia dalam menciptakan bidang produksi yang berorientasi pelanggan yang secara konstan bekerja untuk mempertahankan dirinya. Mesin itu menjadi alat independen yang mampu mengumpulkan data, menganalisisnya, dan memberi masukan padanya.
Dalam revolusi industri 4.0, teknologi informasi dan komunikasi menjadi basis dalam kehidupan manusia. Perkembangan dunia internet dan teknologi digital yang cepat dan masif mempengaruhi penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas, sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Dan luas serta dalamnya perubahan ini menandai transformasi seluruh sistem produksi, manajemen, dan tata kelola.

Lalu, apa dampaknya bagi industri pariwisata? Adanya revolusi industri 4.0 tentu juga sangat berpengaruh bagi industri pariwisata. Wisatawan akan cenderung lebih suka menggunakan perangkat mereka yang sudah dilengkapi fitur-fitur canggih untuk melakukan pemesanan travel, hotel, penentuan objek wisata, tour guide, dan yang lainnya. Jika pelaku industri pariwisata tidak memenuhi sarana akan hal tersebut, maka sektor pariwisata bisa merosot dan tertinggal.

Maka dari itu, para pelaku industri pariwisata harus mulai mengembangkan sektor ini ke tahap selanjutnya yang bisa disebut dengan Digitalisasi. Orang-orang di bidang pariwisata harus mulai mengembangkan fitur-fitur online yang dapat beroprasi canggih, sehingga memudahkan akses para wisatawan dan meningkatkan daya Tarik mereka untuk terus tetap berwisata. Hal ini pun sudah mendapat perhatian dari pemerintah. Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga menekankan pentingnya perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia kea rah yang lebih baik. Oleh karena itu, kementerian mendukung pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Ia juga menyampaikan, revolusi teknologi informasi digital pada bidang pariwisata yang dikenal dengan Pariwisata 4.0 telah dan akan terus membawa perubahan yang signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan. Perubahan ini tidak hanya sekedar menciptakan banyak peluang, namun berbagai tantangan juga tercipta bagi sektor pariwisata Indonesia dalam mencapai tujuan utama, yakni mensejahterakan masyarakat Indonesia dan memajukan pariwisata Indonesia.


