Bali. Siapa yang tidak tahu tempat ini. Tempat dengan berjuta keindahan alam di setiap sudutnya. Bali adalah pulau yang berada di Indonesia yang sudah sangat terkenal. Bukan hanya terkenal di Indonesia, ataupun Asia, tapi Bali sudah terkenal bahkan sampai di seluruh dunia. Bahkan, Bali pernah menjadi tempat wisata terbaik nomor satu di dunia, mengalahkan London dan kota kota lainnya. Kepopuleran dari Pulau Bali bisa sangat cepat meningkat karena banyaknya wisatawan mancanegara yang membagikan foto kunjungannya di Bali di sosial media. Selain sosial media, dengan adanya media internet, orang orang di manapun dan kapan pun bisa melihat berbagai gambar keindahan Bali.

Berbicara tentang keindahan Pulau Bali, kita tidak bisa lepas dari industri pariwisata di Bali. Dengan kendahan Pulau Bali, masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai lahan industri yang bisa berpeluang sukses sangat besar. Namun, daya tarik dari tempat ini tidaklah hanya terletak pada keindahan alamnya saja. Bali bisa sangat terkenal juga karena kebudayaan yang dimiliki masyarakat di sana. Kebudayaan itu diantaranya adalah tarian, nyanyian, kerajinan, olahraga, dan juga wisata religiusnya. Semua kebudayaan yang khas itu memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Bahkan banyak wisatawan yang juga ingin ikut mempelajari kebuadayaan Bali.
Industri pariwisata di Bali sudah bisa dibilang siap go international. Destinasi dan budaya yang ada di Bali bia dibilang sangat unik dan tidak membosankan. Bali identik dengan pantai. Pasirnya yang putih, air yang jernih serta penduduknya yang ramah menjadi daya tarik utama Pulau Dewata ini. Hanya saja Bali kini sudah ‘semakin besar’ dalam hal wisata. Bali tak lagi hanya mengandalkan wisata pantainya yang indah. Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, Head of Tourism Marketing Division Dinas Pariwisata Bali, Nyoman Wardawan mengungkapkan, Bali punya segudang inovasi dan strategi untuk menggaet turis. Sekarang ini Bali sedang fokus menggarap spiritual tourism. Sebenarnya spiritual tourism ini sudah digagas sejak 2010 .Lalu, dan sampai saat ini masih dikembangkan. “Dalam wisata spiritual ini, wisatawan diajak untuk menelusuri beragam aktivitas yang lebih religius. Untuk menikmati suasana religius khas Hindu, wisata ini dilakukan pada malam hari. “Bali memang punya aura religi. Ini terlihat pada kehidupan sehari-hari penduduknya,” kata dia. Nyoman mengatakan, berbagai aktivitas yang mendukung kegiatan spiritual tourism di Bali pun semakin banyak digelar. Peminatnya pun juga tak sedikit. Beberapa contoh yang dimaksud Nyoman misalnya upacara perayaan keagamaan Hindu, upacara pembakaran mayat (ngaben) sampai festival yoga, meditasi juga ragam tarian. “Acara festival spiritual ini banyak dilakukan di kawasan Bali Utara,” sebut Nyoman. Selain spiritual tourism, Bali kini juga sedang mengembangkan sport tourism. Namun sport atau olahraga yang dimaksud adalah olahraga tradisional. Mepantingan atau gulat lumpur adalah salah satu wisata olahraga yang ingin dipopulerkan ke kalangan wisawatan. Bali juga memiliki wisata olahraga. Nyoman mengatakan, wisata olahraga ini juga akan sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan spiritual sekaligus. “Sebelum mulai mepantingan, akan ada upacaranya dulu, kemudian ada gamelannya. Setelah itu baru mulai gulat lumpur,” ucap dia. Nyoman menambahkan bahwa, Bali sebenarnya punya segalanya, sebagai sebuah kawasan wisata. Dari wisata pantai di Kuta dan Sanur, wisata religi di Bali Utara, sport tourism di Gianyar sampai wisata alam asli desa wisata di kawasan Tabanan. Berbagai inovasi dunia wisata Bali ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tak dimungkiri, Bali memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Kondisi ini memang akan menambah nilai kunjungan wisata nasional. Anggaran Pengembangan Wisata Capai Rp120 Miliar. Inovasi Bali ini merupakan sebuah jawaban atas tantangan pemerintah pusat. Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Kementerian Pariwisata Taufik Nurhidayat mengungkapkan, hal-hal baru untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Bali ini, menjadi tugas bagi pemerintah provinsi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penambahan subsidi pariwisata pemerintah pusat kepada provinsi. “Anggaran pariwisata Bali sekarang ini ditambah menjadi Rp120 M tapi bukan dalam bentuk tunai. Semuanya digunakan untuk peningkatan promosi,” kata Taufik saat Business Gathering Tour Operator di Novotel, Bali, pekan ini. Tahun 2016 Bali ditargetkan untuk menarik empat juta wisawatan. Dan pada tahun 2019 ini, Bali sudah jauh melebihi target tersebut.




Jadi Industri Pariwisata di Bali yang sudah go international ini perlu terus kita kembangkan. Terutama bagi pelaku industri pariwisata Bali. Tetap diperlukan upaya untuk terus adanya inovasi yang membuat tamu atau wisatawan lebih tertarik lagi.



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2483410/original/025776500_1543322020-resep-lawar-khas-bali.jpg)






