Bali Sebagai Destinasi Wisata Internasional

Bali. Siapa yang tidak tahu tempat ini. Tempat dengan berjuta keindahan alam di setiap sudutnya. Bali adalah pulau yang berada di Indonesia yang sudah sangat terkenal. Bukan hanya terkenal di Indonesia, ataupun Asia, tapi Bali sudah terkenal bahkan sampai di seluruh dunia. Bahkan, Bali pernah menjadi tempat wisata terbaik nomor satu di dunia, mengalahkan London dan kota kota lainnya. Kepopuleran dari Pulau Bali bisa sangat cepat meningkat karena banyaknya wisatawan mancanegara yang membagikan foto kunjungannya di Bali di sosial media. Selain sosial media, dengan adanya media internet, orang orang di manapun dan kapan pun bisa melihat berbagai gambar keindahan Bali.

Image result for keindahan pulau bali

            Berbicara tentang keindahan Pulau Bali, kita tidak bisa lepas dari industri pariwisata di Bali. Dengan kendahan Pulau Bali, masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai lahan industri yang bisa berpeluang sukses sangat besar. Namun, daya tarik dari tempat ini tidaklah hanya terletak pada keindahan alamnya saja. Bali bisa sangat terkenal juga karena kebudayaan yang dimiliki masyarakat di sana. Kebudayaan itu diantaranya adalah tarian, nyanyian, kerajinan, olahraga, dan juga wisata religiusnya. Semua kebudayaan yang khas itu memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Bahkan banyak wisatawan yang juga ingin ikut mempelajari kebuadayaan Bali.

Industri pariwisata di Bali sudah bisa dibilang siap go international. Destinasi dan budaya yang ada di Bali bia dibilang sangat unik dan tidak membosankan. Bali identik dengan pantai. Pasirnya yang putih, air yang jernih serta penduduknya yang ramah menjadi daya tarik utama Pulau Dewata ini. Hanya saja Bali kini sudah ‘semakin besar’ dalam hal wisata. Bali tak lagi hanya mengandalkan wisata pantainya yang indah. Seperti yang dikutip dari CNN Indonesia, Head of Tourism Marketing Division Dinas Pariwisata Bali, Nyoman Wardawan mengungkapkan, Bali punya segudang inovasi dan strategi untuk menggaet turis. Sekarang ini Bali sedang fokus menggarap spiritual tourism. Sebenarnya spiritual tourism ini sudah digagas sejak 2010 .Lalu, dan sampai saat ini masih dikembangkan. “Dalam wisata spiritual ini, wisatawan diajak untuk menelusuri beragam aktivitas yang lebih religius. Untuk menikmati suasana religius khas Hindu, wisata ini dilakukan pada malam hari. “Bali memang punya aura religi. Ini terlihat pada kehidupan sehari-hari penduduknya,” kata dia. Nyoman mengatakan, berbagai aktivitas yang mendukung kegiatan spiritual tourism di Bali pun semakin banyak digelar. Peminatnya pun juga tak sedikit. Beberapa contoh yang dimaksud Nyoman misalnya upacara perayaan keagamaan Hindu, upacara pembakaran mayat (ngaben) sampai festival yoga, meditasi juga ragam tarian. “Acara festival spiritual ini banyak dilakukan di kawasan Bali Utara,” sebut Nyoman. Selain spiritual tourism, Bali kini juga sedang mengembangkan sport tourism. Namun sport atau olahraga yang dimaksud adalah olahraga tradisional. Mepantingan atau gulat lumpur adalah salah satu wisata olahraga yang ingin dipopulerkan ke kalangan wisawatan. Bali juga memiliki wisata olahraga. Nyoman mengatakan, wisata olahraga ini juga akan sekaligus memperkenalkan kebudayaan dan spiritual sekaligus. “Sebelum mulai mepantingan, akan ada upacaranya dulu, kemudian ada gamelannya. Setelah itu baru mulai gulat lumpur,” ucap dia. Nyoman menambahkan bahwa, Bali sebenarnya punya segalanya, sebagai sebuah kawasan wisata. Dari wisata pantai di Kuta dan Sanur, wisata religi di Bali Utara, sport tourism di Gianyar sampai wisata alam asli desa wisata di kawasan Tabanan. Berbagai inovasi dunia wisata Bali ini dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Tak dimungkiri, Bali memang punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Kondisi ini memang akan menambah nilai kunjungan wisata nasional. Anggaran Pengembangan Wisata Capai Rp120 Miliar. Inovasi Bali ini merupakan sebuah jawaban atas tantangan pemerintah pusat. Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Kementerian Pariwisata Taufik Nurhidayat mengungkapkan, hal-hal baru untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Bali ini, menjadi tugas bagi pemerintah provinsi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penambahan subsidi pariwisata pemerintah pusat kepada provinsi. “Anggaran pariwisata Bali sekarang ini ditambah menjadi Rp120 M tapi bukan dalam bentuk tunai. Semuanya digunakan untuk peningkatan promosi,” kata Taufik saat Business Gathering Tour Operator di Novotel, Bali, pekan ini. Tahun 2016 Bali ditargetkan untuk menarik empat juta wisawatan. Dan pada tahun 2019 ini, Bali sudah jauh melebihi target tersebut.

Image result for pantai jimbaran
Image result for tari bali
Image result for tari kecak uluwatu
Image result for wisata olahraga bali

Jadi Industri Pariwisata di Bali yang sudah go international ini perlu terus kita kembangkan. Terutama bagi pelaku industri pariwisata Bali. Tetap diperlukan upaya untuk terus adanya inovasi yang membuat tamu atau wisatawan lebih tertarik lagi.

Usaha Makanan Tradisional Beserta Strategi Pengembangannya

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan manusia semakin bertambah. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan pokok, sekunder, juga tersier. Ditambah jika orang tersebut sudah memiliki keluarga. Bertambah pula beban yang harus ditanggungnya. Terutama bagi seorang kepala rumah tangga yang bisa dibilang sebagai tulang punggung keluarga. Penghasilan seorang kepala keluarga haruslah bisa mencukupi biaya satu keluarga, yang mencakup kebutuhan rumah tangga, kebutuhan tersier lainnya, dan juga biaya sekolah bagi anak-anaknya.

            Untuk mencukupi segala kebutuhan keluarga, maka seseorang tentu harus memiliki pekerjaan. Dari segala jenis pekerjaan, kita harus dapat memilih pekerjaan yang paling “menghasilkan” yang dapat memenuhi kebutuhan, atau bahkan cukup untuk menabung. Kebanyakan orang akan memilih untuk bekerja pada orang lain, seperti PNS, swasta, atau yang lainnya. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa penghasilan seorang yang bekerja pada orang lain pastinya sudah terjatah dan segitu-segitu saja. Jumlahnya pun cenderung tidak banyak. Jika ingin mendapat pendapatan yang lebih, maka ia harus berusaha agar bisa naik pangkat. Bertambahnya pun juga tidak banyak. Tetapi, jika seseorang ingin mendapatkan uang yang banyak, satu-satunya cara adalah dengan menjadi pengusaha.

            Kenapa pengusaha? Ada banyak alasan kenapa kita harus memilih jadi pengusha. Alasan-alasan itu adalah :

  1. Kebebasan untuk Bekerja

Tentu karena jadwalnya tidak terikat, kita bisa lebih relax dalam bekerja. Wirausaha menerapkan sistem “yang mau mendapat lebih maka harus bekerja lebih”.

  • Lebih Leluasa atas Kendali Masa Depan Anda

Sebagai pengusaha, kita bisa merencanakan masa depan kita, dengan analisis peluang pengembangan usaha, maka usaha yang kita buat akan cenderung semakin sukses dari tahun ke tahun.

  • Tanggung Jawab & Pengaruh Pada Lingkungan Sekitar

Jika kita menjadi pengusaha, maka kita punya pengaruh besar dalam lingkungan tempat usaha kita.

  • Kepuasan Diri

Dengan menjadi pengusaha, semakin keras kita berusaha maka usaha kita akan semakin menghasilkan. Jadi kita bisa berpuas diri pada hasil jerih payah kita.

  • Lebih Dekat dengan Keluarga

Karena menjadi pengusaha tidak bersifat terikat seperti orang yang bekerja pada orang lain, jadi ia bisa punya lebih banyak waktu bersama keluarga.

Jika saya bisa memilih usaha apa yang akan saya buat, maka jawaban saya adalah usaha makanan.

Kenapa harus usaha makanan? Karena  selama manusia masih makan, maka bisnis usaha makanan dan minuman tak akan pernah mati. Jenis usaha makanan yang akan saya buat adalah masakan tradisional khas daerah, yang dalam hal ini adalah makanan tradisional khas Bali.  

Image result for ayam betutu
Image result for nasi goreng kesuna cekuh
Image result for lawar bali

Makanan tradisional merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan. Membuka usaha di bidang makanan tradisional.memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki bidang kuliner lainnya. Makanan tradisional selalu mendapatkan penghargaan tersendiri di hati masyarakat mengingat makanan tradisional memiliki citarasa yang kaya dan berbeda. Hal ini yang membuat makanan tradisional selalu membuat masyarakat penasaran. Rasa nostalgia juga menjadi salah satu keunggulan yang dapat ditonjolkan dari makanan tradisional. Peluang bisnis makanan tradisional yang cukup besar, membuat bisnis kuliner di bidang makan tradisional banyak dilirik oleh para pengusaha.

Untuk mengembanglkan usaha kuliner tradisional Bali, maka kita perlu melihat kemungkinannya melalui analisis SWOT nya. Analasisnya adalah sebagai berikut

A. Analisis Kekuatan (Strenght)

1) Rasa yang enak, disukai dan punya rasa khas.

2) Harga jual bersaing.

3) Bebas bahan kimia dan pengawet.

Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:

1. Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan sampai berubah.

2.  Usahakan terus untuk mempertahankanharga bersaing.

3. Makin menonjolkan keunggulan yang akan dipasarkan tidak memakaibahan pengawet dan dijamin sehat.

B. Analisis Kelemahan (Weakness)

1.  Ukuran tidak terlalu besar karena memakai bahan yang asli.

2.  Tidak tahan lama karena tidak memakai pengawet.

Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:

1. Tonjolkan pada bentuk bakwan yang indah dan unik sehingga walaupun tak besar, tapi memiliki keunikan tersendiri yang dapatmenarik pembeli.

2. Memperhitungkan jumlah produk yang dapat dijual untuk satu hari sehingga tidak bersisa dan tetap tidak menggunakan pengawet.

C. Analisis Kesempatan (Opportunity)

1. Dapat melayani pesanan pesta atau katering.

2.  Dapat membuka toko bakwan malang yang mangkal.

Hal yang dapat dilakukan setelah analisis:

1. Mempersiapkan dan mulai menawarkan bakwan malang pada katering yangmembutuhkan.

2. Mulai membuat rencana untuk membuka usaha bakwan malang yang mangkal.

D. Analisis Ancaman (Threat)

1.  Makin banyak pesaing muncul jika bakwan laris.

2.  Kemungkinan dapat jatuh-jatuhan harga.

Hal yang dapat dilakukan setelah analisis :

1. Mencari pelanggan sebanyak-banyaknya.

2. Mempertahankan kualitas dan jangansembarangan menaikkan harga karena persaingan ketat.

Image result for rumah makanan khas bali
Image result for rumah makanan khas bali

Revolusi Industri 4.0 dan Dampaknya bagi Industri Pariwisata Indonesia

Tahukah kamu? Dunia ini sudah mengalami banyak sekali perubahan seiring waktu berjalan. Perubahan yang paling signifikan terjadi di bidang perindustrian. Dunia industry memiliki control yang sangat besar terhadap sektor-sektor lain di dunia. Sektor pariwisata pun tak luput dari hal tersebut. Dengan berkembangnya dunia industri yang meliputi teknologi yang semakin canggih, maka industri pariwisata pun ikut merasakan dampaknya.

Dunia perindustrian sudah beberapa kali mengalami perubahan atau revolusi hingga sekarang. Revolusi Industri 1.0 yaitu fase awal terjadinya revolusi industri dengan adanya revolusi mekanik. Disebut sebagai revolusi mekanik karena pada saat revolusi ini pertama kali adanya peralatan atau mesin yang dapat mempermudah kegiatan manusia. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan mesin bertenaga uap dan air pada akhir abad ke 18. Kemudian seiring berkembangnya ilmu pengetahuan serta rasa ingin tahu manusia, maka terwujudlah revolusi berikutnya yaitu revolusi industri 2.0. Revolusi Industri 2.0 ini terjadi pada sekitar tahun 1870, yang merupakan fase revolusi listrik, ditandai dengan produksi massal menggunakan mesin bertenaga listrik. Pada era ini mulai diciptakan  mobil, pesawat telepon, pesawat terbang. Mesin bertenaga listrik ini sangat banyak digunakan hingga saat ini dan merupakan suatu temuan yang sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan. Namun setelah temuan ini sukses dalam mempermudah kehidupan manusia, para ilmuan merasa teknologi ini bisa lebih dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih praktis. Maka dalam selang waktu hampir 1 abad lamanya, tercapailah revolusi industri 3.0. Revolusi Industri 3.0 ini terjadi pada tahun 1969, yang biasa disebut dengan Era Informasi yang ditandai dengan perkembangan elektronik dan teknologi informasi. Dengan adanya perkembangan ini, manusia bisa dengan mudah mengetahui informasi bahkan dari seluruh dunia hanya dari perangkat digital mereka saja. Tidak hanya itu, kita juga bisa menikmati kemudahan berkomunikasi dengan cepat dan mudah dengan orang di seluruh dunia.

Perkembangan yang telah terjadi tersebut sangat berpengaruh terhadap sektor atau industri pariwisata. Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka fasilitas yang dihadirkan oleh industri pariwisata akan semakin memadai dalam menerima kedatangan wisatawan. Sebagai contoh, dengan berkembangnya kelistrikan, maka wisatawan akan lebih mudah melakukan wisata dan kegiatan dii tempat wisatanya. Juga dengan dikembangkannya sistem informasi dan komunikasi elektronik, para calon wisatawan akan jauh lebih mudah mengetahui tempat mana yang ingin mereka kunjungi. Namun, di tengah kemudahan yang sudah kita rasakan selama ini, telah beredar kabar akan meluncurnya revolusi industri berikutnya, yaitu revolusi industri 4.0. Lalu, apakah revolusi industri 4.0 ini?

Image result for revolusi industri 4.0 terhadap pariwisata

Era Revolusi Industri 4.0 dimulai dari awal tahun 2018, yang merupakan revolusi digital yang dicirikan oleh perpaduan teknologi yang menggabungkan teknologi cyber dengan teknologi otomatisasi. Revolusi industri 4.0 membawa otomatisasi industri ke tingkat yang baru dengan memperkenalkan teknologi yang mampu memproduksi secara massal namun tidak memerlukan banyak tenaga kerja. Ini berarti bahwa mesin akan beroperasi secara mandiri, atau bekerja sama dengan manusia dalam menciptakan bidang produksi yang berorientasi pelanggan yang secara konstan bekerja untuk mempertahankan dirinya. Mesin itu menjadi alat independen yang mampu mengumpulkan data, menganalisisnya, dan memberi masukan padanya.

Dalam revolusi industri 4.0,  teknologi informasi dan komunikasi menjadi basis dalam kehidupan manusia. Perkembangan dunia internet dan teknologi digital yang cepat dan masif mempengaruhi penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas, sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin. Dan luas serta  dalamnya perubahan ini menandai transformasi seluruh sistem produksi, manajemen, dan tata kelola.

Image result for revolusi industri 4.0

Lalu, apa dampaknya bagi industri pariwisata? Adanya revolusi industri 4.0 tentu juga sangat berpengaruh bagi industri pariwisata. Wisatawan akan cenderung lebih suka menggunakan perangkat mereka yang sudah dilengkapi fitur-fitur canggih untuk melakukan pemesanan travel, hotel, penentuan objek wisata, tour guide, dan yang lainnya. Jika pelaku industri pariwisata tidak memenuhi sarana akan hal tersebut, maka sektor pariwisata bisa merosot dan tertinggal.

Image result for traveloka

Maka dari itu, para pelaku industri pariwisata harus mulai mengembangkan sektor ini ke tahap selanjutnya yang bisa disebut dengan Digitalisasi. Orang-orang di bidang pariwisata harus mulai mengembangkan fitur-fitur online yang dapat beroprasi canggih, sehingga memudahkan akses para wisatawan dan meningkatkan daya Tarik mereka untuk terus tetap berwisata. Hal ini pun sudah mendapat perhatian dari pemerintah. Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga menekankan pentingnya perkembangan teknologi dan digitalisasi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia kea rah yang lebih baik. Oleh karena itu, kementerian mendukung pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Ia juga menyampaikan, revolusi teknologi informasi digital pada bidang pariwisata yang dikenal dengan Pariwisata 4.0 telah dan akan terus membawa perubahan yang signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan. Perubahan ini tidak hanya sekedar menciptakan banyak peluang, namun berbagai tantangan juga tercipta bagi sektor pariwisata Indonesia dalam mencapai tujuan utama, yakni mensejahterakan masyarakat Indonesia dan memajukan pariwisata Indonesia.

Image result for tourism
Image result for tourism

Pariwisata dan Travel Digital di Era Milenial Indonesia

            Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor industri yang sangat berkembang di Indonesia. Dengan adanya wisata-wisata alam yang indah seperti pantai dan gunung, juga peninggalan bersejarah dari zaman dahulu membuat banyak turis domestik maupun luar negeri yang tidak segan mengeluarkan biaya untuk berlibur di Indonesia. Tak hanya itu, kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia juga merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Kekayaan budaya tersebut meliputi keragaman tarian, musik, bahasa, rumah adat, serta suku bangsa. Tidak hanya menonton penampilan budaya Indonesia, bahkan wisatawan asing pun banyak yang turut serta belajar budaya Indonesia seperti tarian dan memainkan alat musik tradisional. Hal tersebut menunjukan bahwa apresiasi wisatawan asing terhadap wisata alam dan budaya Indonesia sangatlah tinggi. Karena itu, sebagai warga Negara Indonesia kita patut bersyukur dengan budaya dan kekayaan alam yang kita miliki.

            Perkembangan sektor pariwisata Indonesia yang pesat ini menunjukan bahwa sektor pariwisata adalah merupakan sektor yang menjanjikan dalam hal lapangan pekerjaan. Diperkirakan bahwa hampir 9% dari total angkatan kerja nasional dipekerjakan di sektor pariwisata. Sektor pariwisata tersebut meliputi bidang perhotelan, travel agent, tour guide, dan lain-lain. Karena sektor pariwisata ini tentang berinteraksi dengan wisatawan asing, maka untuk meningkatkan kualitas, para pelaku sektor pariwisata ini tentu juga harus menguasai bahasa asing.

            Penting bagi industri pariwisata Indonesia untuk meningkatkan kontribusinya pada produk domestik bruto atau PDB karena hal ini akan memicu lebih banyak pendapatan devisa. Hal itu dikarenakan setiap turis asing menghabiskan rata-rata 1.100 USD per kunjungan dan juga menyediakan kesempatan kerja untuk masyarakat Indonesia. Pada tahun 2015, sektor pariwisata Indonesia berkontribusi untuk kira-kira 4% dari total perekonomian. Di tahun 2019 ini, Pemerintah Indonesia ingin meningkatkan angka ini dua kali lipat menjadi 8% dari PDB. Untuk itu, banyak hal yang perlu ditingkatkan lagi. Dalam rangka mencapai target ini, Pemerintah akan berfokus pada memperbaiki infrastruktur Indonesia yang juga termasuk infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, akses, kesehatan & kebersihan dan juga meningkatkan kampanye promosi online atau marketing baik di dalam maupun di luar negeri. Pemerintah juga merevisi kebijakan akses visa gratis di 2015 untuk menarik lebih banyak turis asing. Dengan adanya akses atau pelayanan yang baik dari setiap komponen industri pariwisata, maka sektor ini akan terus semakin berkembang dari waktu ke waktu.

            Akan tetapi, di era globalisasi atau milenial ini, teknologi digital lebih mendominasi pasar dan memegang peran penting dalam setiap sektor industri. Sektor pariwisata pun tak luput dari pengaruh perkembangan zaman tersebut. Pengembangan infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya manusia saja beum cukup untuk sektor pariwisata dapat tetap berkembang dan unggul. Di era milenial ini, para wisatawan baik domestik maupun luar negeri lebih suka mengakses atau menelusuri tempat wisata melalui media sosial atau internet. Bahkan mereka cenderung memesan tiket pesawat, travel, dan yang lainnya melalui internet atau aplikasi pada perangkat mereka. Tentu dengan cara seperti itu, akses dan pemesanan dapat menjadi lebih praktis dan mudah. Maka, dengan adanya perkembangan seperti itu, para pelaku pariwisata haruslah mampu mengembangkan sektornya menuju Digitalisasi.

            Karena perkembangan zaman yang pesat ini, sudah menjadi hal umum jika pariwisata dunia juga dikuasai oleh pariwisata milenial atau milenial tourism. Maka dari  itu, pariwisata di Indonesia sudah harus pula menuju ke digitalisasi. Hal tersebut bisa diwujudkan bila semua komponen pelaku pariwisata dapat saling bersinergi. Tidak hanya pekerja atau pihak swasta saja, tetapi juga butuh dukungan dari pemerintah. Maka, sehubungan dengan hal tersebut, Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) untuk menggalakkan digital dan pariwisata milenial di Indonesia. “Syaratnya go digital. Tanpa itu, kita tidak akan bisa bertumbuh makin tinggi. Dan kita sulit bersaing dengan pasar dunia yang semakin ketat,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, saat Pelantikan sekaligus Rakernas DPP ASITA tahun 2019-2024 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 8 April 2019. Beliau juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi. Menurut beliau, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital. Beliau juga mengatakan bahwa di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata.

            Dengan adanya dukungan langsung dari pemerintah, maka terciptanya milenial tourism di Indonesia akan semakin cepat terlaksana dan dapat merata dilaksanakan di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, sektor pariwisata akan tetap dapat bertahan dan bahkan lebih berkembang lagi di era milenial ini.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.